Monday, January 28, 2013

herbalsuplements is still waiting for you to join Twitter...

 
Top corners image
     
 
   
 
 
 

herbalsuplements is still waiting for you to join Twitter...

 
 
  Accept invitation  
 
     
 

Twitter helps you stay connected with what's happening right now and with the people and organizations you care about.

 

Saturday, January 19, 2013

herbalsuplements has invited you to join Twitter!

 
Top corners image
     
 
   
 
 
 

herbalsuplements has invited you to join Twitter!

 
 
  Accept invitation  
 
     
 

Twitter helps you stay connected with what's happening right now and with the people and organizations you care about.

 

Thursday, January 12, 2012

Lima Tantangan Industri Asuransi

Industri asuransi baik umum ataupun jiwa, mencatat prestasi mengesankan di tahun lalu, dengan total aset mencapai Rp 236,66 triliun. Jumlah tersebut meningkat hingga 30,7% dibanding periode sebelumnya yang sebesar Rp 181,81 triliun. Namun ditengah pertumbuhan tersebut, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nurhaida menilai, industri asuransi masih perlu berbenah. Terlebih dengan tantangan global yang menjadikan pelaku dituntut bersaing ketat, tidak hanya dengan asuransi lokal, tapi pelaku asing atau joint venture. "Dengan persaingan ketat, ini menjadi tantangan dan perlu luruskan visi bersama," ucapnya di Hotel Four Season, Rabu (6/7/2011) malam. Nurhaida mengingatkan setidaknya lima tantangan baru yang harus menjadi pekerjaan rumah industri asuransi. Pertama adalah masalah permodalan. "Kta perlu pahami bersama ini penting. Dengan modal yang kuat maka apapun bisa dilaksanakan. Harus ada pemenuhan kebutuhan minimal modal. Yang masih dibawah Rp 50 miliar atau Rp 100 miliar," tutur Nurhaida. Kedua adalah masalah sumber daya manusia. "Salah satu keberhasilan asuransi bukan hanya sistem informasi. Tapi juga sumber daya manusia. Jika perlu terspesialisasi," katanya. Ketiga, masih rendahnya kesadaran pentingnya asuransi bagi masyarakat. "Kejadian rendahnya penetrasi, bisa disebabkan oleh tingkat pendidikan masyarakat yang masih belum memadai. Umumnya produk asuransi kenal pada pendidikan yang memadai. Untuk itu edukasi ke semua lini penting. Mereka harus sadar, dalam hidup penting menginvestasikan asuransi di masa depan," ujarnya. Keempat, minimnya produk asuransi untuk masyarakat bawah. "Produk asuransi masih didominasi oleh masyarakat atas (golongan mampu). Yang ada di pasaran, tingkat premi dan pertanggungan masih tinggi. Sehingga penduduk tengah dan bawah, yang jumlahnya relatif banyak belum bisa disentuh. Padahal seluruh masyarakat mempunyai kebutuhan yang sama dalam asuransi, untuk mengelola risiko mereka. Ini tantangan untuk semua, regulator atau pelaku industri," tutur Nurhaida. Kelima, asuransi masih berpusat di kota-kota besar. "Ini inline dengan poin empat. Karena kota-kota besar masih dihuni masyarakat sedang-atas. Sedangkan masyarakat bawah memang cenderung di daerah. Kita harap semua teratasi, dan dapat diikuti seluruh lapisan masyakat," imbuhnya.

Friday, November 11, 2011

Saiful Yazan: Initiating the Winds of Change at Takaful

Energetic and friendly best describes Saiful Yazan bin Ahmad, who, since June 2007, has been at the helm of PT Syarikat Takaful Indonesia (STI). In the space of just a year as president director of STI,Indonesia's first syariah insurance company, he has introduced changes and strategic measures that have made the company shine.
The results of his efforts are easy to see. Last year the gross premium income of the company, which was founded on Feb. 24, 1994, jumped by 47.7 percent to Rp 352.01 billion (about US$38 million), compared with Rp 238.39 billion in gross premium income registered in 2006. This total gross premium comes from the gross premiums of two subsidiaries, namely PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK), which contributed 71 percent or Rp 249.93 billion, and PT Asuransi Takaful Umum (ATU), which contributed the remaining 29 percent or Rp 102.87 billion. The net profit of STI has also risen by 22.5 percent, namely from Rp 8.01 billion in 2006 to Rp 9.81 billion in 2007.
The good news is that the total gross premium income of the company is above the growth of the insurance industry. That in itself is quite an achievement amid increasingly tougher competition in the insurance industry. This achievement marks the growth and development of the company and at the same time shows that the public, particularly the customers, place an increasing trust in STI as a pioneer in syariah insurance in Indonesia.

Thursday, November 10, 2011

Pangsa Pasar Asuransi Syariah Naik 0,2%

Pangsa pasar asuransi syariah meningkat 0,2 persen di kuartal I 2010 dari pencapaian di akhir 2009. Per 31 Maret 2010 pangsa pasar asuransi syariah tercatat sebesar 2,96 persen, meningkat dari 2009 yaitu 2,79 persen.

Kepala Bagian Perasuransian Syariah Bapepam-LK Kementerian Keuangan, Yatty Nurhayati, mengatakan peningkatan premi asuransi syariah pada 2009 yang sebesar 44 persen telah melebihi premi asuransi konvensional yang di bawah 20 persen. Pada 2009 asuransi syariah membukukan premi bruto Rp 2,3 triliun, meningkat dari 2008 yang sebesar Rp 1,6 triliun. 

"Per 31 Maret 2010 premi asuransi syariah yang terkumpul sebesar Rp 701 miliar dari Rp 23,6 triliun, atau dengan market share 2,96 persen," kata Yatty kepada media, 4 Juni. Ia menuturkan kendati pembagian pasar asuransi syariah Indonesia masih terbilang kecil dibanding Malaysia, yang telah mencapai di atas enam persen, namun Indonesia memiliki peluang untuk berkembang lebih besar.